Pinjaman Dana Jaminan Bpkb Mobil
Semangat berbisnis sih tinggi. Hanya seringkali mentok dipermodalan.
Saldo di tabungan sepertinya tak mampu menambal kebutuhan modal. Kalau
pun ada, rasanya sayang digunakan untuk bisnis yang masih belum ada
kepastian prospeknya.
Cuma jangan buru-buru mengubur semangat berbisnis. Zaman sekarang buat
apa pening memikirkan kekurangan modal usaha. Di luar sana banyak sumber
dana melimpah yang bisa dimanfaatkan. Tinggal kalkulasi dengan matang
berapa kebutuhannya plus untung ruginya.
Langkah awal adalah mencari informasi sumber-sumber dana. Umumnya pasti
lari ke bank. Yup, di bank biasanya banyak penawaran pinjaman uang.
Bisa berupa Pinjaman Dana Jaminan Bpkb Mobil maupun bersyarat agunan.
Tinggal pelajari saja mekanisme pengajuan pinjaman itu.
Yang pasti, bank akan menilai dengan detail kapabilitas usahanya. Bank
akan mengukur kapabilitas penjualan, perputaran uang, struktur biaya,
dan sejenisnya. Dari situ baru akan diketahui apakah pengajuan Pinjaman Dana Jaminan Bpkb Mobil
itu layak dicairkan atau sebaliknya.
Kadang masalahnya, bagi calon pebisnis dengan skala kecil, sering
menemui kesulitan menembus akses pendanaan dari bank. Banyak sekali
daftar dokumen yang mesti dipenuhi sampai belum jelas kepastian waktu
pencairannya. Problem inilah yang sering dikeluhkan calon pebisnis.
Sebenarnya ada alternatif lain sumber pendanaan di luar bank. Misalnya
saja memanfaatkan fasilitas program pembiayaan dari Badan Usaha Milik
Negara. Sebut saja Progam PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan)
BUMN.
PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan pemberdayaan kondisi
lingkungan oleh BUMN. Dananya bersumber dari sebagian laba BUMN. Jumlah
penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2 % (dua
persen) dari laba bersih untuk Program Kemitraan dan maksimal 2 % dari
laba bersih untuk Program Bina Lingkungan. (*Ref 1)
Lazimnya, jenis usaha yang difasilitasi lewat pembiayaan ini berwujud
pemberian pinjaman untuk modal kerja atau pembelian aktiva tetap
produktif. Tapi mesti harus berlabel usaha mikro dengan ketentuan nilai
aset maksimal Rp 200 juta atau hasil penjualannya per tahun paling
tinggi Rp 1 miliar. Cukup banyak kok BUMN yang menawarkan program ini.
Sebut saja Pertamina, Telkom, PT Angkasa Pura, dan sebagainya.
Masih ada lagi opsi mencari sumber dana di luar mekanisme pinjaman.
Misalnya dari modal ventura yang berarti suati pembiayaan lewat bentuk
penyertaan modal dengan pihak lain. Skemanya biasanya menggunakan sistem
bagi hasil dan pengembalian modal dalam kurun waktu tertentu.
Belakangan ini cukup banyak pemodal ventura yang siap menggelontorkan
dana segar kepada calon pebisnis. Kehadiran pemodal ventura baik lokal
maupun asing ini tak lepas dari tingginya permintaan calon pebisnis akan
modal usaha.
Jika belum siap berhubungan dengan pemodal ventura, tak ada salahnya
melirik kerabat atau teman sendiri. Siapa tahu ada yang siap diajak
membangun suatu kemitraan yang saling menguntungkan. Tinggal berikan
presentasi yang membuat mereka yakin jika usaha yang akan atau sedang
digeluti memang punya masa depan cerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar